Minggu, 30 Agustus 2015


SETETES KERINGAT
Sebuah kisah dari aku ketika test tulis SNMPTN, aku telah menjatuhkan pilihan aku kepada UIN Maliki malang sebagai pilihan pertama dengan jurusan Pendidikan IPS dan Universitas Negeri Malang sebagai pilihan kedua jurusan bahasa inggris. Pada waktu itu tempat seleksi SNMPTN adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika sehabis sholat shubuh aku sudah bergegas dari rumah, kemudian menunggu angkutan. Aku sudah janjian sama temanku yang juga test di UMM Malang di Terminal Arjosari.
Setelah bertemu dengan temanku, aku pun berangkat sekitar pukul 06.30 dengan menaiki angkutan ADL, “aduuh!! Udah angkutan kecil disesaki banyak orang lagi”. Pikirku. Entah apakah para penumpang punya nasib yang sama, yaitu kakinnya pada kesemutan.
Sesampai di Landungsari, temanku melihat jam. “waduh kurang 15 menit lagi akan dimulai”. Kata temanku. “apa?? Bagaimana kalau kita lari saja”. Kataku. Kemudian dari Terminal Landungsari kita lari. Aku sempat berkata “ duh, enak yang pakai sepeda motor cepat dan santai mereka tidak tergesa-gesa”. Temanku pun menimpali “ maklum, kita bukan anaknya orang kaya”. Kita berlari tak perduli kaki kami sakit atau lelah mungkin jaraknya 2-3 km, kami tidak tau. Karena kampus UMM ini begitu luas bahkan seperti lembah. Jadi kita harus lari menuju arah bawah dan naik lagi kearah atas. Di kolam ikan akhirnya aku dan temanku berpisah.
Temanku berada di GKB 1 ( Gedung Kuliah Bersama 1 ) yang letaknya didepan, sedangkan aku berada di GKB 3 letaknya di daerah paling pojok dan belakang sendiri. Sesampai di GKB 3 aku naik Lift, untung pada saat itu hanya mengisi identitas masih belum mengerjakan test.
Aku pun pada saat itu mengerjakan test SNMPTN disertai keringat bercucuran, di punggung ku sudah basah kucup seperti habis mandi. Di dalam hati aku aku berkata “ ini soal gampang sekali dikerjakan”. Iya, karena dulu aku sering ikut  Olimpiade meski tak pernah juara. Namun soal yang paling sulit adalah menghitung. “ I don’t like mathematic because I’m social science”. Aku pun selesai, aku menemui temanku di kolam ikan. Aku pun berkata “ ayo kita makan di kantin di sebelah GKB 3”. Akhirnya kami ke kantin, pada saat disana kami memesan gado-gado.
“Gila!!! masak gado-gado hargannya 8000”. aku berbisik ke temenku. Temenku pun memberi tahu, kalau di kota memang seperti itu semua serba mahal. Aku pun berpikir “ waduh!! bagaimana kuliahnya nanti kalau semua serba mahal seperti ini”. Setelah membayar gado- gado, kami pun pulang. aku pun berfikir “ aku bersaing dengan banyak orang yang mempunyai kemampuan dan financial yang lumayan, lalu bagaimana aku mengalahkan mereka dan lolos seleksi”. Aku melihat berbagai model dan karakter yang akan kuliah ini.
Namun kebanyakan dari mereka individu dan hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya saja.  Kesalahanku pada saat itu adalah melihat penampilan dan pakaian mereka, stylish dan bergaya kekinian.  
            Ketika tiba jam 12 malam, aku tidak bisa tidur untuk menunggu hasil pengumuman seleksi SNMPTN. Kemudian setelah aku lihat di handphone, aku pun sempat nggak percaya “aku kok masuk di UIN Maliki malang yah!”. Dalam hati aku. “waduh aku bakalan jadi anak pondokan ini, aku mana ngerti bahasa arab, bakalan baca kitab-kitab arab, bakalan tidur bareng-bareng sama anak-anak pondokan”. Kataku dalam hati. Inilah Takdir ALLAH yang menuntun hamba-Nya. Dan cerita yang lebih seru menungguku di Gerbang UIN Malang. “ya, mungkin agak berjenggot, selalu pakai sarung dan peci selama 1 Tahun”. Ucapku malam itu.


By : khilafah muchammad syaekhu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar