Senin, 31 Agustus 2015

ARTIKEL
Efektivitas Bahan Ajar LKS ( Lembar Kerja Siswa) terhadap hasil belajar kelas 7 di SMP N 1 Sukorejo
Bahan ajar sebagai sarana atau bahan pembelajaran didalam kelas memudahkan siswa dalam aktivitas belajar, begitu pula guru yang mengajar memiliki acuan serta pegangan dalam memberikan pengajaran kepada siswa. Bahan ajar juga sebagai pendukung tercapainnya tujuan pembelajaran yang diinginkan oleh guru.
Bahan ajar seperti LKS melatih siswa dalam mengerjakan soal-soal yang tersaji yang ada di dalam LKS. Oleh karena itu ditarik kembali buku pegangan kurikulum 2013, yang dirasa menyulitkan siswa bahkan guru.Karena di dalamnya hampir tidak ada sama sekali soal-soal yang ditemui di KTSP. Dengan adannya LKS siswa juga dapat mengkategorikan mana soal yang mudah dan mana soal yang sulit sehingga dapat di diskusikan bersama di dalam kelas, dan mencari penyelesaiannya.
Penggunaan LKS yang effektif biasanya menjadikan siswa menjadi faham dan lebih mengetahui soal sehingga siswa dengan mudah mengerjakan dengan sendirinnya. Jika siswa sering diberikan latihan-latihan soal seperti yang ada di dalam LKS sudah tentu ketika ujian sekolah maupun ujian nasional hasil yang dicapai pasti baik karena sering dilatih mengerjakan tugas.
Sedangkan untuk guru manfaat LKS adalah membantu mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam pembelajaran dikelas. Sehingga soal yang lebih sulit bisa diperkirakan kemudian didiskusikan bersama-sama. Guru juga dapat mengukur sampai sejauh mana kemampuan siswa dalam menganalisis sebuah soal sehingga siswa mampu mengerjakannya.
a)      Bahan Ajar ( Lembar Kerja Siswa)
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru / instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis atau tidak tertulis. Sedangkan LKS sendiri[1] merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi
a)      Mata Pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial
IPS merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan Sosial. Mata pelajaran IPS ini ada di tingkat SD, SMP dan SMA. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang IPS yang ada ditingkat SMP. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut S. Nasution, IPS adalah sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial (Sofa, 2010).
Moeljono Cokrodikardjo berpendapat bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari (Sofa, 2010).
a.       Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa adalah sebuah nilai akhir / perubahan yang terjadi setelah siswa melakukan sebuah aktivitas dan proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu mengenai sehingga terlihat sebuah perbedaan dimana siswa sebelum memulai pembelajaran dengan setelah melakukan pembelajaran.

Biasannya guru menilai hasil belajar siswa dengan cara guru memberikan tugas seperti mengerjakan latihan-latihan soal di LKS setelah siswa mempelajari materi yang diajarkan atau materi yang berasal dari buku paket. Atau guru menilai hasil belajar dengan peningkatan pemahaman siswa melalui presentasi di kelas atau Tanya jawab.
Dimyati dan Mudjiono (2006) hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberikan tes hasil belajar pada setiap akhir pembelajaran. Nilai yang diperoleh siswa menjadi acuan untuk melihat penguasaan siswa dalam menerima materi pelajaran.
b.      Efektifitas Bahan Ajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Kelas VII
LKS ( Lembar Kerja Siswa) membantu buku paket KTSP[2] dengan soal-soal yang sesuai dengan materi IPS terpadu yang dipakai. Dimana dalam soal tersebut bermacam-macam.Ada soal pilihan ganda dan soal uji kompetensi dengan begitu siswa dapat mengerjakan soal dengan baik sebagai latihan serta dapat diukur kemampuan mereka dalam mengerjakan soal tersebut
Keefektifan LKS akan terlihat ketika adanya peruban atau peningkatan kemampuan dan prestasi setelah proses pembelajaran selesai dengan melihat skor atau nilai akhir.
            Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif[3] dimana lebih efisien dan tak perlu terlalu mendalam mengumpulkan informasi.Untuk metode penelitian penulis menggunakan metode korelasi Semakin tinggi hubungan-hubungan dua variable semakin akurat prediksi yang didasarkan pada hubungan tersebut. Karna penulis ingin mengetahui variable x ( bahan ajar LKS ) berhubungan dan mempengaruhi variable y ( hasil belajar siswa )
Dalam penelitian ini populasi yang diambil peneliti adalah semua anak kelas 7 yang mengikuti mata pelajaran IPS Terpadu. Sedangkan untuk angket peneliti hanya mengambil dua puluh lima anak sebagai sampelnya. Jumlah 1 kelas adalah 40 siswa. Sedangankan kelas 7 terbagi 7 kelas yaitu 7A,7B,7C,7D,7E,7F,7G.
3.5 Pengumpulan data dan Methode penelitian
            Dalam penelitian ini pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuisioner[4]. Butir-butir pernyataan dalam angket diukur dengan menggunakan SPSS 16 menggunakan rumus Pearson ( product moment ) untuk menguji validitas Bahan Ajar LKS yang digunakan ini. Metode yang Peneliti gunakan adalah Metode Random Sampling dimana angket disebar secara acak kepada masing-masing siswa.   
            Dalam menganalisis data penelitian, penulis menggunakan teknik data angket untuk siswa kelas 7. Penelitian ini berusaha memperoleh dan mempresentasikan data secara sistematis ringkas dan sederhana tentang penggunaan bahan ajar lembar kerja siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS Terpadu kelas 7 SMP N1 Sukorejo. Sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data.
Pemaparan data
1.      Penggunaan bahan ajar lembar kerja siswa (LKS) kelas VII di SMP Negeri 1 Sukorejo
Penelitian ini dimulai diwaktu jam 7-8 setelah siswa beristirahat, hal ini peneliti lakukan supaya penelitian ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.  Penelitian ini saya lakukan 2 minggu sebelum ujian semester genap dilakukan karena pada waktu itu adalah waktu dimana para siswa SMP Negeri 1 Sukorejo membahas soal-soal yang akan keluar diwaktu ujian. Soal-soal ini menjadi sebuah Latihan, sedangkan untuk jawabannya siswa dapat mencari jawaban soal menggunakan BUKU PAKET.
Sebelumnya guru yang bersangkutan memperkenalkan peneliti  terlebih dahulu, kemudian peneliti memberikan angket kepada setiap anak satu angket dalam keadaan acak dua puluh lima anak yang masing-masing 1 kelas berjumlah hampir 40 anak.
Selain bahan ajar LKS dalam pengajarannya, guru juga menggunakan buku pegangan yaitu buku paket KTSP atau buku perpustakaan untuk membantu dalam proses belajar mengajar. Buku paket yang digunakan harus sesuai dan mampu dipahami oleh siswa .
Selain buku paket dan LKS, siswa SMP Negeri 1 sukorejo juga menggunakan Laboratorium sebagai tempat pembelajaran. Biasannya guru menggunakannya untuk menampilkan video pembelajaran atau Power point, kemudian siswa menganalisis dan mereview apa yang sudah didapatkan dan diketahui oleh mereka.
Untuk kelas VII ada 7 kelas yaitu kelas VII A, VII B, VII C, VII D, VII E, VII F, VII G.
            Untuk penilaian di setiap butir soal yaitu :
a)      Bila siswa kelas 7 memilih jawaban iya maka point untuk siswa yaitu 2
b)      Bila siswa kelas 7 memilih jawaban tidak maka point untuk siswa yaitu 1
c)      Untuk siswa kelas 7 yang memilih jawaban mungkin maka point yaitu 0.          


  
Dalam menganalisis adannya korelasi antara satu variable dengan variable lain maka nilai r terbesar adalaah r+ dan untuk nilai r terkecil. r = +1 menunjukkan hubungan positif sempurna, sedangkan untuk r = -1 menunjukkan hubungan negative sempurna. r tidak mempunyai satuan dan dimensi hanya menunjukkan hubungan. Interpretasi nilai r adalah


0
Tidak berkorelasi
0,01-0,02
Korelasi sangat rendah
0,21-0,40
Rendah
0,41-0,60
Agak rendah
0,61-0,80
Cukup
0,81-0,90
Tinggi
1
Sangat tinggi

Untuk kelas A berarti siswa lebih menggunakan Bahan Ajar LKS untuk digunakan bersamaan dengan buku Paket. Jadi kelas A selalu menggunakan LKS sebagai bahan ajar tambahan untuk latihan mengerjakan setelah membaca materi di Buku Paket.
Untuk kelas B karena tidak signifikan maka mungkin Kelas B menggunakan Bahan ajar lain selain LKS. Karena bahan ajar LKS di kelas B tak terlalu digunakan. Karena berbedannya Pengajar atau Guru kelas yang mengajar atau karena kelas B menggunakan Bahan Ajar lain di perpustakaan atau Laboratorium Bahasa.
Untuk kelas C siswa masih menggunakan LKS sebagai bahan ajar tambahan selain Buku Paket. Kelas C menggunakan LKS untuk membantu mereka dalam memecahkan soal-soal dan GURU juga mewajibkan siswannya menggunakannya.
Kelas D  tingkat signifikannya sangat rendah, selama ini mungkin LKS hanya digunakan untuk tambahan Nilai atau tugas untuk dirumah oleh Guru. Sehingga LKS hanya digunakan sebagai tambahan saja.
Untuk kelas E hampir mendekati signifikan itu berarti penggunaan LKS sebagai Bahan ajar tidak selamannya. Mungkin LKS dipergunakan apabila memang Guru menginginkan siswannya berlatih atau hanya sebagai tambahan nilai saja
Untuk kelas f signifikan lebih kecil sehingga dimungkiinkan LKS hanya digunakan sebagai tugas dirumah atau hanya sebagai tambahan nilai.
Untuk kelas G penggunaan LKS cukup bagus karena melebihi atau lebih besar dari  taraf signifikannya sehingga dimungkinkan LKS Sebagai bahan ajar di pergunakan dengan baik dan cukup efektif mengingat penggunaannnya untuk memudahkan dalam pembelajarannya. Dan Guru juga menggunakannya sebagai Tambahan NIlai atau Tugas dirumah.
LKS sebagai bahan ajar bukanlah sebuah acauan atau sebagi tolak ukur akan hasil dari siswa melainkan hanya sebagai pelengkap BUKU PAKET di SMP Negeri 1 SUKOREJO.
Sangat dimungkinkah LKS memang murah dan semua siswa dapat membeli. Namun Kegunaan LKS hanya untuk melatih para siswa untuk bisa memahami dan mengerti bagaimana mereka bisa menganalisa dan mencoba memahami bagaimana kesulitan soal serta bagaimana siswa menyelesaikan soal itu dengan menjawab jawaban yang diberikan.
Karena setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menganalisis sebuah soal-soal di dalam LKS, maka untuk itulah kemudahan serta lengkapnya sebuah Materi sangata membantu siswa dalam belajar dan mengerjakan soal-soal di LKS.



















[1] http://www.kajianteori.com/2014/02/pengertian-lks-lembar-kegiatan-siswa.html
[3] Suharsaputra, Uhar, Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Tindakan. Refika Aditama
[4] Suharsaputra, Uhar. Op cit,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar