ARTIKEL
Efektivitas
Bahan Ajar LKS ( Lembar Kerja Siswa) terhadap hasil belajar kelas 7 di SMP N 1
Sukorejo
Bahan ajar sebagai sarana atau bahan pembelajaran didalam kelas
memudahkan siswa dalam aktivitas belajar, begitu pula guru yang mengajar
memiliki acuan serta pegangan dalam memberikan pengajaran kepada siswa. Bahan
ajar juga sebagai pendukung tercapainnya tujuan pembelajaran yang diinginkan
oleh guru.
Bahan ajar seperti LKS melatih siswa dalam mengerjakan soal-soal
yang tersaji yang ada di dalam LKS. Oleh karena itu ditarik kembali buku
pegangan kurikulum 2013, yang dirasa menyulitkan siswa bahkan guru.Karena di dalamnya
hampir tidak ada sama sekali soal-soal yang ditemui di KTSP. Dengan adannya LKS
siswa juga dapat mengkategorikan mana soal yang mudah dan mana soal yang sulit
sehingga dapat di diskusikan bersama di dalam kelas, dan mencari
penyelesaiannya.
Penggunaan LKS yang effektif biasanya menjadikan siswa menjadi
faham dan lebih mengetahui soal sehingga siswa dengan mudah mengerjakan dengan
sendirinnya. Jika siswa sering diberikan latihan-latihan soal seperti yang ada
di dalam LKS sudah tentu ketika ujian sekolah maupun ujian nasional hasil yang
dicapai pasti baik karena sering dilatih mengerjakan tugas.
Sedangkan untuk guru manfaat LKS adalah membantu mengetahui tingkat
kemampuan siswa dalam pembelajaran dikelas. Sehingga soal yang lebih sulit bisa
diperkirakan kemudian didiskusikan bersama-sama. Guru juga dapat mengukur
sampai sejauh mana kemampuan siswa dalam menganalisis sebuah soal sehingga siswa
mampu mengerjakannya.
a)
Bahan Ajar (
Lembar Kerja Siswa)
Bahan ajar adalah segala bentuk
bahan yang digunakan untuk membantu guru / instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar, bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis atau tidak tertulis.
Sedangkan LKS sendiri[1] merupakan
suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi
petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif
maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan
eksperimen dan demonstrasi
a)
Mata Pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial
IPS merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan
Sosial. Mata pelajaran IPS ini ada di tingkat SD, SMP dan SMA. Dalam penelitian
ini akan dibahas tentang IPS yang ada ditingkat SMP. Dalam mengkaji masyarakat,
guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian
melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi,
politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Menurut S. Nasution, IPS adalah
sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran
sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan
dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek
sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial (Sofa,
2010).
Moeljono Cokrodikardjo berpendapat bahwa IPS adalah
perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya,
psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang
diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang
disederhanakan agar mudah dipelajari (Sofa, 2010).
a.
Hasil Belajar
Siswa
Hasil belajar siswa adalah sebuah
nilai akhir / perubahan yang terjadi setelah siswa melakukan sebuah aktivitas
dan proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu mengenai sehingga
terlihat sebuah perbedaan dimana siswa sebelum memulai pembelajaran dengan
setelah melakukan pembelajaran.
Biasannya guru menilai hasil belajar
siswa dengan cara guru memberikan tugas seperti mengerjakan latihan-latihan
soal di LKS setelah siswa mempelajari materi yang diajarkan atau materi yang
berasal dari buku paket. Atau guru menilai hasil belajar dengan peningkatan
pemahaman siswa melalui presentasi di kelas atau Tanya jawab.
Dimyati dan Mudjiono
(2006) hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau
skor setelah diberikan tes hasil belajar pada setiap akhir pembelajaran. Nilai
yang diperoleh siswa menjadi acuan untuk melihat penguasaan siswa dalam
menerima materi pelajaran.
b.
Efektifitas Bahan
Ajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Kelas VII
LKS ( Lembar Kerja Siswa)
membantu buku paket KTSP[2]
dengan soal-soal yang sesuai dengan materi IPS terpadu yang dipakai. Dimana
dalam soal tersebut bermacam-macam.Ada soal pilihan ganda dan soal uji
kompetensi dengan begitu siswa dapat mengerjakan soal dengan baik sebagai
latihan serta dapat diukur kemampuan mereka dalam mengerjakan soal tersebut
Keefektifan LKS akan terlihat ketika
adanya peruban atau peningkatan kemampuan dan prestasi setelah proses
pembelajaran selesai dengan melihat skor atau nilai akhir.
Pendekatan ini menggunakan
pendekatan kuantitatif[3]
dimana lebih efisien dan tak perlu terlalu mendalam mengumpulkan
informasi.Untuk metode penelitian penulis menggunakan metode korelasi Semakin
tinggi hubungan-hubungan dua variable semakin akurat prediksi yang didasarkan
pada hubungan tersebut. Karna penulis ingin mengetahui variable x ( bahan ajar
LKS ) berhubungan dan mempengaruhi variable y ( hasil belajar siswa
)
Dalam penelitian ini populasi yang diambil peneliti adalah semua
anak kelas 7 yang mengikuti mata pelajaran IPS Terpadu. Sedangkan untuk angket
peneliti hanya mengambil dua puluh lima anak sebagai sampelnya. Jumlah 1 kelas
adalah 40 siswa. Sedangankan kelas 7 terbagi 7 kelas yaitu
7A,7B,7C,7D,7E,7F,7G.
3.5 Pengumpulan data dan Methode penelitian
Dalam penelitian
ini pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuisioner[4].
Butir-butir pernyataan dalam angket diukur dengan menggunakan SPSS 16
menggunakan rumus Pearson ( product moment ) untuk menguji validitas Bahan Ajar
LKS yang digunakan ini. Metode yang Peneliti gunakan adalah Metode Random
Sampling dimana angket disebar secara acak kepada masing-masing siswa.
Dalam menganalisis
data penelitian, penulis menggunakan teknik data angket untuk siswa kelas 7.
Penelitian ini berusaha memperoleh dan mempresentasikan data secara sistematis
ringkas dan sederhana tentang penggunaan bahan ajar lembar kerja siswa untuk
meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS Terpadu kelas 7 SMP N1 Sukorejo.
Sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data.
Pemaparan data
1. Penggunaan
bahan ajar lembar kerja siswa (LKS) kelas VII di SMP Negeri 1 Sukorejo
Penelitian ini dimulai diwaktu jam 7-8 setelah siswa
beristirahat, hal ini peneliti lakukan supaya penelitian ini tidak mengganggu
kegiatan belajar mengajar. Penelitian
ini saya lakukan 2 minggu sebelum ujian semester genap dilakukan karena pada
waktu itu adalah waktu dimana para siswa SMP Negeri 1 Sukorejo membahas
soal-soal yang akan keluar diwaktu ujian. Soal-soal ini menjadi sebuah Latihan,
sedangkan untuk jawabannya siswa dapat mencari jawaban soal menggunakan BUKU
PAKET.
Sebelumnya guru yang bersangkutan memperkenalkan
peneliti terlebih dahulu, kemudian
peneliti memberikan angket kepada setiap anak satu angket dalam keadaan acak
dua puluh lima anak yang masing-masing 1 kelas berjumlah hampir 40 anak.
Selain bahan ajar LKS dalam pengajarannya, guru juga
menggunakan buku pegangan yaitu buku paket KTSP atau buku perpustakaan untuk
membantu dalam proses belajar mengajar. Buku paket yang digunakan harus sesuai
dan mampu dipahami oleh siswa .
Selain buku paket dan LKS, siswa SMP Negeri 1
sukorejo juga menggunakan Laboratorium sebagai tempat pembelajaran. Biasannya
guru menggunakannya untuk menampilkan video pembelajaran atau Power point,
kemudian siswa menganalisis dan mereview apa yang sudah didapatkan dan
diketahui oleh mereka.
Untuk kelas VII ada 7 kelas yaitu kelas VII A, VII
B, VII C, VII D, VII E, VII F, VII G.
Untuk penilaian di setiap butir soal
yaitu :
a) Bila
siswa kelas 7 memilih jawaban iya maka point untuk siswa yaitu 2
b) Bila
siswa kelas 7 memilih jawaban tidak maka point untuk siswa yaitu 1
c) Untuk
siswa kelas 7 yang memilih jawaban mungkin maka point yaitu 0.
Dalam menganalisis
adannya korelasi antara satu variable dengan variable lain maka nilai r
terbesar adalaah r+ dan untuk nilai r terkecil. r = +1 menunjukkan hubungan
positif sempurna, sedangkan untuk r = -1 menunjukkan hubungan negative
sempurna. r tidak mempunyai satuan dan dimensi hanya menunjukkan hubungan.
Interpretasi nilai r adalah
|
|
|
|
0
|
Tidak
berkorelasi
|
|
0,01-0,02
|
Korelasi
sangat rendah
|
|
0,21-0,40
|
Rendah
|
|
0,41-0,60
|
Agak
rendah
|
|
0,61-0,80
|
Cukup
|
|
0,81-0,90
|
Tinggi
|
|
1
|
Sangat
tinggi
|
Untuk kelas A berarti siswa lebih menggunakan Bahan
Ajar LKS untuk digunakan bersamaan dengan buku Paket. Jadi kelas A selalu
menggunakan LKS sebagai bahan ajar tambahan untuk latihan mengerjakan setelah
membaca materi di Buku Paket.
Untuk kelas B karena tidak signifikan maka mungkin
Kelas B menggunakan Bahan ajar lain selain LKS. Karena bahan ajar LKS di kelas
B tak terlalu digunakan. Karena berbedannya Pengajar atau Guru kelas yang
mengajar atau karena kelas B menggunakan Bahan Ajar lain di perpustakaan atau
Laboratorium Bahasa.
Untuk kelas C siswa masih menggunakan LKS sebagai
bahan ajar tambahan selain Buku Paket. Kelas C menggunakan LKS untuk membantu
mereka dalam memecahkan soal-soal dan GURU juga mewajibkan siswannya
menggunakannya.
Kelas D
tingkat signifikannya sangat rendah, selama ini mungkin LKS hanya
digunakan untuk tambahan Nilai atau tugas untuk dirumah oleh Guru. Sehingga LKS
hanya digunakan sebagai tambahan saja.
Untuk kelas E hampir mendekati signifikan itu
berarti penggunaan LKS sebagai Bahan ajar tidak selamannya. Mungkin LKS
dipergunakan apabila memang Guru menginginkan siswannya berlatih atau hanya
sebagai tambahan nilai saja
Untuk kelas f signifikan lebih kecil sehingga
dimungkiinkan LKS hanya digunakan sebagai tugas dirumah atau hanya sebagai
tambahan nilai.
Untuk kelas G penggunaan LKS cukup bagus karena
melebihi atau lebih besar dari taraf
signifikannya sehingga dimungkinkan LKS Sebagai bahan ajar di pergunakan dengan
baik dan cukup efektif mengingat penggunaannnya untuk memudahkan dalam
pembelajarannya. Dan Guru juga menggunakannya sebagai Tambahan NIlai atau Tugas
dirumah.
LKS sebagai bahan ajar bukanlah sebuah acauan atau
sebagi tolak ukur akan hasil dari siswa melainkan hanya sebagai pelengkap BUKU
PAKET di SMP Negeri 1 SUKOREJO.
Sangat dimungkinkah LKS memang murah dan semua siswa
dapat membeli. Namun Kegunaan LKS hanya untuk melatih para siswa untuk bisa
memahami dan mengerti bagaimana mereka bisa menganalisa dan mencoba memahami
bagaimana kesulitan soal serta bagaimana siswa menyelesaikan soal itu dengan
menjawab jawaban yang diberikan.
Karena setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda
dalam menganalisis sebuah soal-soal di dalam LKS, maka untuk itulah kemudahan
serta lengkapnya sebuah Materi sangata membantu siswa dalam belajar dan
mengerjakan soal-soal di LKS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar