Kamis, 21 Juli 2016


223. isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Laki-laki ( Petani ) dan Perempuan ( Tanah ), Petani bebas memilih tanah mana yang akan dia tanam ( memilih jodoh ) setelah mendapat tanah yang cocok, petani menabur benihnya ( pernikahan ) maka petani itu merawat tanah itu memberinnya air dan pupuk ( cinta dan kasih sayang / nafkah ) sehingga tanah itupun subur dan terawat ( menjadi wanita sholehah dan beriman baik akhlak dan ucapan), tersiram air hujan dan sinar matahari ( Rahmat dan cahaya iman  dari ALLAH )  sehingga kehidupannya menjadi barakah. Karena Petani merawat dan menjaga tanah ini dengan baik , maka tumbuhlah benih-benih kehidupan ( bayi / anak ) yang baik pula seperti apa yang diharapkan oleh Petani itu ( Anak yang sholeh sholihah ). Petani dengan tulus memberi pupuk dan air merawatnya dari kecil hingga besar dengan menjagannya siang dan malam ( seperti halnya seorang bapak kepada anaknya menafkahi dan bertanggung jawab ) serta Tanah ladang itu tak lupa memberi Tanaman tanaman ini nutrisi baik mineral tanah maupun humus, sehingga tanaman ini menjadi tegak,kuat dan tidak mudah roboh ( begitulah seorang ibu yang akan selalu membimbing dan mendidik anaknya ) maka bersyukurlah Petani ini ketika Tanaman tanaman ini mulai berbuah mulai panen ( Lulus Sekolah dan menjadi orang sukses ). Tanah yang diolah dengan baik ( wanita yang sholeh ) oleh petani yang ahli dan baik ( laki-laki yang sholeh )  akan mendapat anak yang baik pula
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula


Tidak ada komentar:

Posting Komentar