223.
isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka
datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan
kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan
ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira
orang-orang yang beriman.
Laki-laki ( Petani ) dan Perempuan ( Tanah ), Petani bebas memilih
tanah mana yang akan dia tanam ( memilih jodoh ) setelah mendapat tanah yang
cocok, petani menabur benihnya ( pernikahan ) maka petani itu merawat tanah itu
memberinnya air dan pupuk ( cinta dan kasih sayang / nafkah ) sehingga tanah
itupun subur dan terawat ( menjadi wanita sholehah dan beriman baik akhlak dan
ucapan), tersiram air hujan dan sinar matahari ( Rahmat dan cahaya iman dari ALLAH ) sehingga kehidupannya menjadi barakah. Karena
Petani merawat dan menjaga tanah ini dengan baik , maka tumbuhlah benih-benih
kehidupan ( bayi / anak ) yang baik pula seperti apa yang diharapkan oleh
Petani itu ( Anak yang sholeh sholihah ). Petani dengan tulus memberi pupuk dan
air merawatnya dari kecil hingga besar dengan menjagannya siang dan malam (
seperti halnya seorang bapak kepada anaknya menafkahi dan bertanggung jawab )
serta Tanah ladang itu tak lupa memberi Tanaman tanaman ini nutrisi baik mineral
tanah maupun humus, sehingga tanaman ini menjadi tegak,kuat dan tidak mudah
roboh ( begitulah seorang ibu yang akan selalu membimbing dan mendidik anaknya
) maka bersyukurlah Petani ini ketika Tanaman tanaman ini mulai berbuah mulai
panen ( Lulus Sekolah dan menjadi orang sukses ). Tanah yang diolah dengan baik
( wanita yang sholeh ) oleh petani yang ahli dan baik ( laki-laki yang sholeh )
akan mendapat anak yang baik pula
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar